Suroboyo Battle
5 orang Terpenting dalam pertempuran surabaya
1. Hariyono dan Koesno Wibowo
Pada 31 agustus 1945 , Pemerintah Indonesia memberikan maklumat agar sang saka merah putih di kibarkan di seluruh Indonesia.Dan rakyat Indonesah meng amini maklumat tersebut. Namun di Surabaya terjadi peristiwa penghinaan.Seorang tentara Belanda bernama Ploegmen mengibarkan bendera Belanda (Merah , putih, Biru) di sebuah Tiang di atap Hotel Yamato.
Ketika melihat pengibaran Belanda tersebud, rakyat Indonesia merasa terhina dan terlecehkan lalu terjadilah Battle (gelud) antara rakyat Indonesia VS NICA (Belanda). Nah, ketika gelud itu berlangsung, dua pemuda gagah berani bernama Hariyono dan Koesno Wibowo pergi ke atap hotel tersebut dan merobek bagian biru bendera tersebut dan membiarka warna merah dan putih tersisa.
2. Jendral Mallaby
Jendral Mallaby adalah jendral Inggris yang berpangkat paling tinggi di Jawa Timur. Ia tewas ketika mobilnya berpapasan dengan milisi Indonesia. Kenapa ia terbunuh?, nah ketika itu Mallaby sedang menyebarkan famplet-famplet bahwa Indonesia dan Sekutu itu tidak bermusuhan , sekutu hanya datang ke Indonesia untuk memulangkan tentara Jepang ke negrinya.
Ketika Mallaby dan pasukannya berkeliling kota Surabaya, terjadi percekcokan salah paham terjadi, lalu terjadilah saling serang antara dua kubu, sial bagi Mallaby, Ia tertembak hingga tewas di tempat, mobil mallaby juga terkena granad, menyebabakan jenazah Mallaby sulid di kenali
3. J E.C. Mansergh
Ketika tahu bahwa Mallaby (panglima tertinggi Inggris di Jawa Timur) tewas terbunuh di Surabaya. Inggris langsung mencari penggantinya, dan penggantinya adalah Mayor Jendaral Mansergh .
Mansergh ini meminta pemerintah republik Indonesia (soekarno- Hatta) untuk menangkap pembunuh Mallaby. Karna pemerintah Indonesia tidak dapat menangkap pembunuh Mallaby. Nah, Inggris melalui Jendral Mansergh mengultimatum RI agar seluruh rakyat Surabaya menyerah dengan memberikan seluruh senjata ke Inggris serta seluruh rakyat harus mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.Kalau tidak ingin menyerah, pada pukul 6 pagi tanggal 10 November Inggris akan menggempur Surabaya dari darat, laut dan udara.
4. Bung Tomo
Ketika tahu bahwa Inggris telah menyebarkan kertas Ultimatum agar Rakyat Surabaya tunduk, di situ Bung Tomo naik pitam. Dia menganggap apa yang dilakukan oleh Inggris adalah penghinaan . Lewat radio bung tomo berorasi dan membakar semanagt perjuangan Rakyat Indonesia untuk menoliak tunduk.
Dirinya berpidato dengan berapi- api dengan menyebut “Dan untuk kita saudara- saudara lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka. Semboyan kita tetap :merdeka atau mati!”. Masyarakat Surabaya akhirnya tepicu. Dengan gagah berani mereka hadapi Inggris yang memang memiliki alutsista lengkap.
5. KH Hasyim Asy’ari
Pada tanggal 9 November 1945,setelah mengetahui ultimatum Inggris di pesantrennya , KH Hasyim Asy’ari mebuat sebuah perinatah yang di kenal dengan Resolusi Jihad. Beliau meminta ribuan santrinya untuk turun gelanggang dan bersama sama bertempur mengusir Inggris.
Sumber::::::
1. Hariyono dan Koesno Wibowo
Sc pic:slideshare
Pada 31 agustus 1945 , Pemerintah Indonesia memberikan maklumat agar sang saka merah putih di kibarkan di seluruh Indonesia.Dan rakyat Indonesah meng amini maklumat tersebut. Namun di Surabaya terjadi peristiwa penghinaan.Seorang tentara Belanda bernama Ploegmen mengibarkan bendera Belanda (Merah , putih, Biru) di sebuah Tiang di atap Hotel Yamato.
Ketika melihat pengibaran Belanda tersebud, rakyat Indonesia merasa terhina dan terlecehkan lalu terjadilah Battle (gelud) antara rakyat Indonesia VS NICA (Belanda). Nah, ketika gelud itu berlangsung, dua pemuda gagah berani bernama Hariyono dan Koesno Wibowo pergi ke atap hotel tersebut dan merobek bagian biru bendera tersebut dan membiarka warna merah dan putih tersisa.
2. Jendral Mallaby
Sc pic: Liputan6.com
Jendral Mallaby adalah jendral Inggris yang berpangkat paling tinggi di Jawa Timur. Ia tewas ketika mobilnya berpapasan dengan milisi Indonesia. Kenapa ia terbunuh?, nah ketika itu Mallaby sedang menyebarkan famplet-famplet bahwa Indonesia dan Sekutu itu tidak bermusuhan , sekutu hanya datang ke Indonesia untuk memulangkan tentara Jepang ke negrinya.
Ketika Mallaby dan pasukannya berkeliling kota Surabaya, terjadi percekcokan salah paham terjadi, lalu terjadilah saling serang antara dua kubu, sial bagi Mallaby, Ia tertembak hingga tewas di tempat, mobil mallaby juga terkena granad, menyebabakan jenazah Mallaby sulid di kenali
3. J E.C. Mansergh
Sc pic:Erwin Edwar
Ketika tahu bahwa Mallaby (panglima tertinggi Inggris di Jawa Timur) tewas terbunuh di Surabaya. Inggris langsung mencari penggantinya, dan penggantinya adalah Mayor Jendaral Mansergh .
Mansergh ini meminta pemerintah republik Indonesia (soekarno- Hatta) untuk menangkap pembunuh Mallaby. Karna pemerintah Indonesia tidak dapat menangkap pembunuh Mallaby. Nah, Inggris melalui Jendral Mansergh mengultimatum RI agar seluruh rakyat Surabaya menyerah dengan memberikan seluruh senjata ke Inggris serta seluruh rakyat harus mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.Kalau tidak ingin menyerah, pada pukul 6 pagi tanggal 10 November Inggris akan menggempur Surabaya dari darat, laut dan udara.
4. Bung Tomo
Sc pic:suara Muhammadiyah
Ketika tahu bahwa Inggris telah menyebarkan kertas Ultimatum agar Rakyat Surabaya tunduk, di situ Bung Tomo naik pitam. Dia menganggap apa yang dilakukan oleh Inggris adalah penghinaan . Lewat radio bung tomo berorasi dan membakar semanagt perjuangan Rakyat Indonesia untuk menoliak tunduk.
Dirinya berpidato dengan berapi- api dengan menyebut “Dan untuk kita saudara- saudara lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka. Semboyan kita tetap :merdeka atau mati!”. Masyarakat Surabaya akhirnya tepicu. Dengan gagah berani mereka hadapi Inggris yang memang memiliki alutsista lengkap.
5. KH Hasyim Asy’ari
Sc pic: Boombastis.com
Pada tanggal 9 November 1945,setelah mengetahui ultimatum Inggris di pesantrennya , KH Hasyim Asy’ari mebuat sebuah perinatah yang di kenal dengan Resolusi Jihad. Beliau meminta ribuan santrinya untuk turun gelanggang dan bersama sama bertempur mengusir Inggris.
Sumber::::::
Buku :Sejarah Nasional Indonesia jilid VI
Web : stategi ID +historia. Id
Web : stategi ID +historia. Id





Komentar
Posting Komentar